11+ Contoh Tembang Macapat Pangkur | Gambuh | Pocung Dan Sinom

Menurut banyak orang, salah satu karya sastra tradisional Jawa ini sangat disukai, pasalnya sangat menyentuh hati. Maka setiap orang yang Tembang macapat merupakan salah satu tembang atau lagu daerah yang paling populer di Jawa.

Tembang macapat merupakan tembang atau puisi tradisional Jawa yang menceritakan tahap-tahap kehidupan manusia. Filosofinya menggambarkan tentang seorang manusia dari lahir, mulai belajar di masa kanak-kanak, saat dewasa, hingga akhirnya meninggal dunia.

Tembang atau tembung macapat sendiri mempunyai sebutan tembang cilik (kecil). Tembang macapat yang berarti lagu ini mempunyai karakteristik yang berbeda dari setiap jenisnya. Ciri-ciri tersebut diantaranya dari Guru Gatra, Guru Lagu, dan Guru Bilangan (wilangan).

Sejarah Tembang Macapat

Sejarah Tembang Macapat
http://www.webiptek.com

Macapat diperkirakan muncul pada akhir masa Majapahit dan dimulainya pengaruh dari Walisanga. Bisa dikatakan ini untuk situasi di Jawa tengah, sebab di Jawa timur dan Bali macapat sudah dikenal sebelumnya, bahkan sebelum datangnya islam.

Sebagai contohnya yaitu sebuah teks dari Bali atau Jawa timur yang dikenal dengan judul Kidung Ranggalawe disebutkan telah selesai ditulis pada tahun 1334 Masehi. Di sisi lain tarikh ini disangsikan karena karya tersebut hanya dikenal versinya yang lebih mutakhir dan sari semua naskahnya yang memuat teks yang berasal dari Bali.

Mengenai usia macapat, terdapat dua pendapat yang berbeda terutama yang ada hubungannya dengan Kakawin atau puisi tradisional Jawa Kuna, mana yang lebih tua. Prijohoetomo berpendapat bahwa macapat adalah turunan Kakawin dengan tembang Gedhe (besar) sebagai perantara.

Namun seorang tokoh lain mengatakan bahwa macapat ini merupakan puisi asli Jawa, yang konon katanya usianya lebih tua dari Kakawin. Dengan alasan macapat tersebut baru ada setelah pengaruh India memudar.

Pengertian Guru Gatra, Guru Lagu, dan Guru Bilangan

Pengertian Guru Gatra, Guru Lagu, dan Guru Bilangan
https://www.youtube.com
  • Guru Gatra merupakan jumlah berapa banyaknya baris kalimat dalam suatu bait
  • Guru Lagu adalah bunyi sajak yang sama di akhir kata atau kalimat tersebut
  • Guru Wilangan adalah jumlah dari suku kata atau yang disebut sebagai wanda dalam tiap barisnya.

Untuk lebih mudah dalam membedakan guru lagu, guru wilangan dan guru gatra dari sebuah tembang macapat diatas, bisa anda lihat contoh berikut ini:

Guru Gatra Tembang Macapat

Guru Gatra Tembang Macapat
https://blogkulo.com

Tembang Pocung (Pucung)

Tembang Pocung (Pucung)
https://stampsy.com

Dari sebuah kata pocung atau (pucung) ialah berarti pocong. Disini menjadi sebuah gambaran ketika seseorang yang sudah meninggal, akan dikafani layaknya pocong. Filosofi dari tembang pocung ini ialah sebuah ritual saat melepas kepergian seseorang.

Dari segi pandang lain, kata pocung ini menjadi sebuah kegiatan seseorang yang sedang melakukan ritual untuk kepergian sanak saudara ataupun seseorang yang akan diritualkan dengan dipakaikan kain kafan sebelumnya.

Contoh Tembang Pocung

Ngelmu iku kelakone kanthi laku
Lekase lawan kas
Tegese kas nyantosani
Setya budya pengekesing dur angkara

Tembang Maskumambang

Tembang Maskumambang
https://www.youtube.com

Tembang maskumambang adalah sebuah karya sastra Jawa yang dibuat dengan sengaja untuk menceritakan sebuah filosofi kehidupan manusia. Dimulai dari kelahirannya atau diciptakannya.

Dari sebelum lahirpun sudah digambarkan melalui tembang Jawa ini, karena terdapat mana khusus yang maksudnya ialah, menceritakan seorang manusia sebelum lahir atau sewaktu masih dalam kandungan yang belum bisa diketahui jenis kelaminnya.

Tembang Megatruh

Tembang Megatruh
http://ilmuhexa.blogspot.com

Judul dari lagu diatas memang sedikit menyeramkan, pasalnya dari kata tersebut misalnya Megat memiliki arti putus atau memutuskan. Sedangkan ruh artinya ialah roh. Maka jika kita artikan secara bersamaan menjadi putusnya roh dalam tubuh seseorang.

Jadi, filososi dari tembang megatruh ialah menceritakan sebuah perjalanan hidup seseorang selama masih didunia hingga meninggal. Maka pengertian lainnya ialah sebagai contoh sebuah kisah hidup seseorang yang telah selesai.

Jika dijabarkan secara detil, tembang megatruh ini memiliki peran kesedihan dan duka. Karena kehilangan seseorang yang kita cintai untuk selama-lamanya. Dengan penuh rasa putus asa di luapkan melalui perasaan yang mendalam. sedang bersedih dan berduka, biasanya diiringi tembang lagu semacam ini khususnya masyarakat Jawa.

Hati yang sedang besedih mengingat rasa kehilangan itu sangat berat. Maka lagu ini sangat tepat untuk seseorang yang sedang kehilangan kekasih hatinya atau meninggalkan untuk selama-lamanya.

Tembang Gambuh

Tembang Gambuh
https://www.youtube.com

Tembang gambuh ialah diambil dari kata gambuh, yang berarti menyambungkan. Inti dari sebuah cerita tembang gambuh ini ialah sebuah kehidupan seseorang yang telah bertemu dengan pasangan hidupnya.

Kedua pasangan tersebut, dipertemukan untuk saling melengkapi satu sama lain. Dan janji sehidup semati untuk tetap bersama sama selamanya. Dan melewati acara yang sakral untuk mengikatnya agar hubungannya langgeng untuk selamanya.

Pertemuan tersebut diantara kedua pasangan yang memang tak disengaja dan tidak saling mengenalnya. Namun Allah mempertemukannya untuk berjodoh dan mengikrarkan sebuah janji untuk sehidup semati.

Tembang gambuh ini memiliki peran atau watak dari seseorang yang dipertemukan untuk berjodoh. Dan dikisahkan dari sebuah perjalanan hidupnya yang mulai dari di pertemukannya hingga menjadi pasangan hidup untuk selama-lamanya.

Tembang Mijil

Tembang Mijil
https://www.youtube.com

Sebuah karya sastra Jawa ini mengangkat tema atau judul Tembang Mijil. Tembang Mijil ini menceritakan sebuah biji atau benih yang telah lahir di dunia. Maksud biji disini ialah tertuju pada anak yang baru lahir di dunia.

Ketika anak yang baru lahir di dunia, pastinya masih membutuhkan perlindungan dari kedua orang tuanya. Seorang anak yang baru lahir didunia fana ini sangat membutuhkan perlindungan, karena masih sangat suci.

Pendapat lain dari tokoh-tokoh Jawa mengatakan bahwa Mijil ini memiliki arti keluar. Dan memiliki arti lainnya sebagai pintu. Maka maksud dari tembang mijil ini ialah seorang anak yang lahir akan melewati atau membuka pintu kehidupannya ketika ia dewasa.

Watak dari Tembang Mijil ini sangat dominan pada sebuah nasehat orang tua untuk seorang anak yang akan tumbuh dewasa. Dan menceritakan perjalanan hidupnya dari kecil hingga tumbuh dewasa.

Tembang Kinanthi

Tembang Kinanthi
https://www.synaoo.com

Kinanthi adalah menggandeng atau menuntun. Karena mengambarkan sebuah kehidupan seorang anak yang masih membutuhkan pendidikan, nasehat dari orang tua agar bisa menuntunnya ke jalan yang benar.

Karena seorang anak sangat butuh nasehat dari orang tua, jika kita sebagai orang tua kurang memberi nasehat, pendidikan atau tuntunan yang baik, maka apa jadinya jika keesokan hari anak kita seperti apa.

Tembang ini diungkapkan atau di luapkan dengan penuh rasa perhatian khusus dari kasih sayang orang tua untuk anaknya. Dan ingin menuntun anaknya ke jalan yang lebih baik lagi dan berguna untuk masa depan.

Tembang Asmarandana

Tembang Asmarandana
https://www.youtube.com

Tembang Asmarandana adalah kata yang diambil dari ‘asmara’ yang mempunyai makna sebagai ‘’kasih sayang atau cinta kasih”. Sedangkan untuk arti “Dhana” sendiri diambil dari sebuah kata dahana, yang artinya sebagai api.

Maka jika kita gabungkan akan memiliki arti sebagai berarti cinta kasih yang membara. Dari filosofi tembang Asmarandana ini menceritakan sebuah perjalanan seseorang yang memang sudah waktunya memadu kasih.

Namun pendapat lain juga mengatakan bahwa Asmaradana berasal dari kata asmara dan dhana. Asmara sendiri memiliki arti sebagai dewa percintaan. Dan sedangakan Dhana diambil dari kata Dahana, yang memiliki arti sebagai dewa percintaan.

Nah, semua itu ada sebuah cerita zaman dahulu, yang manakala ada sebuah kejadian hangusnya salah seorang Dewa Asmara karena sorot ketiga mata Dewa Siwa. Maka dari itu semua berasal dari sebuah kejadian para Dewa yang berkaitan erat.

Tembang Durma

Tembang Durma
https://www.youtube.com

Tembang Durma adalah sebuah cerita kehidupan seseorang yang manakala ada saatnya untuk berduka karena sesuatu. Durma sendiri mempunyai makna sebagai pemberian.

Tembang Durma ini memiliki peran dan pesan kehidupan manusia yang saling memberi dan membantu satu sama lainnya. Agar kehidupan ini bisa saling melengkapi jika adanya rasa saling membantu terhadap sesama.

Intisari dari semua itu ialah mengajarkan kita untuk menjadi orang yang ikhlas dalam membantu seseorang, agar bisa saling melengkapi disaat kita sedang susah pun maka aka nada orang yang membantu kita juga.

Pendapat lain, Durma ialah diambil dari bahasa Jawa klasik yang berarti sebagai harimau. Tembang ini digunakan untuk dalam suasana yang mencekam. Seperti pada contoh disaat kita akan berperang, maka lagu seperti inilah yang cocok mengiringinya.

Seperti yang sering kita lihat di acara-acara opera terdapat karya-karya sastra tadisional Jawa, yang salah satunya ialah dengan adanya sesi tembang lagu Jawa. Biasanya ada sebuah judul Tembang Durma disaat akan adanya peperangan di opera tersebut.

Memang sangat pas dan cocok untuk keadaan dan situasi yang mencekam ini, karena lagu ini memiliki peran dari jiwa seseorang yang ketakutan akan adanya bahaya atau perang, sehingga situasi menjadi sangat mencekam.

Tembang Pangkur

Tembang Pangkur
https://www.youtube.com

Pangkur sendiri diambil dari kata ‘mungkur’ yang memiliki arti pergi dan meninggalkan. Tembang ini memiliki peran dari nafsu dan angkara murka atau hal-hal buruk semacamnya, yang bersifat tidak baik untuk kita semua. Namu ini hanyalah gambaran dari peran tembang saja, tidak untuk di contohkan.

Akan tetapi pesan dari tembang disini ialah agar kita menjauhi hal-hal yang tidak baik untuk kita, misalnya sesuatu hal yang membuat kita murka alias amarah terhadap seseorang.

Di saat mendapati sesuatu yang buruk hendaknya pergi menjauhi dan meninggalkan yang buruk tersebut. Tembang Pangkur menceritakan tentang seseorang yang sudah siap untuk meninggalkan segala sesuatu yang bersifat keduniawian dan mencoba mendekatkan diri kepada Tuhan.

Dari segi pandang lain, Pangkur berasal dari kata punggawa dalam kalangan kependetaan seperti tercantum di dalam piagam-piagam bahasa Jawa kuno.

Tembang Sinom

Tembang Sinom
https://carakus.com

Tembang Sinom ini merupakan gambaran dari seorang manusia yang sudah dewasa. Dengan beranjaknya kedewasaan tersebut diharuskan menuntut ilmu sampai menjadi orang yang sukses dimasa depan.

Sinom sendiri mempunyai makna sebagai pucuk yang tumbuh. Maka diceritakan sebagai seorang anak remaja yang telah tumbuh dewasa dan menjadi orang sukse dan berguna untuk Bangsa dan Negara.

Namun ada beberapa pendapat lain yang menyatakan bahwa sinom tersebut ada kaitannya dengan kata sinoman, yang mempunyai arti suatu anak muda yang membantu seseorang yang sedang kerepotan seperti acara hajatan dll.

Ada pula pendapat lain yang juga mempunyai perbedaan makna yaitu sinom berkaitan dengan upacara bagi anak-anak muda zaman dahulu kala. Dan sebagai perumpamaan yang di contohkan dari kuncupnya bunga.

Sekian artikel ini penulis buat untuk berbagi ilmu dan wawasan mengenai tembang macapat. Dan semoga bermanfaat untuk pembaca sekalian. Jika ada kesalahan dalam penulisan nama tokoh, tempat, uraian, penjelasan dan pengertian harap maklum.

Karena penulis buat semata-mata untuk berbagi. Saran dan kritik yang membangun sangat diperlukan untuk menambah kelengkapan artikel ini dan sebagai wawasan penulis, agar bisa menyempurnakan artikel ini yang masih banyak kesalahan.

Leave a Comment