13+ Peninggalan Kerajaan Kutai Terlengkap Berserta Gambarnya

Peninggalan Kerajaan Kutai – Salah satu ciri-ciri bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu meneladani serta menghargai jasa para pahlawannya untuk mengukir sejarah. Sama seperti negara-negara besar lainnya, Indonesia juga banyak mengukir sejarah ketika hendak mendapatkan kemerdekaan.

Mulai dari berdirinya banyak kerajaan-kerajaan besar di Indonesia hingga sejarah untuk mendapatkan suatu kemerdekaan yang diakui oleh negara lainnya.

Nah, kali ini kami ingin membagikan informasi menarik mengenai sejarah sekaligus peninggalan Kerajaan Kutai yang hingga kini keberadaannya masih dapat ditemukan di salah satu situs kebudayaan wilayah kutai Kartanegara. Bagaimana, Penasaran kan mengenai sejarah sekaligus peninggalan Kerajaan Kutai apa saja?

Sejarah Singkat Kerajaan Kutai

Sejarah Singkat Kerajaan Kutai
http://tamilchill.com

Kerajaan Kutai merupakan sebuah kerajaan bercorak Hindu pertama kali berdiri di wilayah teritorial Indonesia. Kerajaan yang juga sering disebut dengan Martadipura ini juga diklaim sebagai kerajaan tertua di Indonesia.

Pasalnya menurut perkiraan beberapa ahli sejarah Kerajaan Kutai ini berdiri pada abad ke 5 Masehi atau kurang lebih sekitar 400 tahun yang lalu.

Artikel terkait : Cerita Rakyat Pendek

Kerajaan Kutai memang sangat minim sekali sumber sejarah. Maka tak heran jikalau untuk menelusuri seluk beluk dari kerajaan ini tak semudah dengan kerajaan-kerajaan lainnya.

Bahkan karena minimnya referensi sejarah Kerajaan Kutai ini para ahli pun sempat kebingungan untuk memberikan nama pada kerajaan yang terletak di Muara Kaman, Kalimantan timur ini. Pada akhirnya kerajaan yang berada di hulu sungai Mahakam ini diberi nama berdasarkan daerah temuan prasasti yang menceritakan tentang Kerajaan Kutai.

Kerajaan yang ditemukan melalui sumber berita ini memiliki wujud berupa prasasti yang berbentuk yupa atau tiang batu berjumlah 7 buah.

Yupa yang berisikan sebuah pesan dengan menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta tersebut menjelaskan tentang keberadaan Kerajaan Kutai yang memiliki peran dalam pergerakan faktor kebudayaan yang meliputi politik, ekonomi, sosial, serta budaya.

Selain itu, dalam prasasti berwujud Yupa tersebut juga menjelaskan mengenai pemimpin atau raja pertama dari Kerajaan Kutai.

Dulunya Kerajaan Kutai ini dipimpin oleh seorang raja bernama Kudungga. Beliau memiliki seorang putra yang diberi nama Asmawarman yang berarti pembentuk keluarga. Setelah ayahnya meninggal Asmawarman diberikan mandat untuk memimpin Kerajaan Kutai di tahun-tahun selanjutnya.

Singkat cerita setelah Raja Asmawarman meninggal kekuasaan dan ke pemimpinannya digantikan oleh Mulawarman. Nah, dari pergantian kekuasaan tersebut menyebabkan Kerajaan Kutai terpengaruh dengan ajaran agama Hindu. Sejak saat itulah beberapa pemimpin atau raja selanjutnya di Kerajaan Kutai berasal dari orang Indonesia yang memeluk agama Hindu.

Kini setelah Kerajaan Kutai telah lenyap, pada abad ke-21 ditemukan banyak sekali benda-benda dan prasasti peninggalan Kerajaan Kutai yang hingga saat ini keberadaannya masih dapat kita jumpai di salah satu situs kebudayaan bernama Museum Mulawarman yang terletak di Kota Tenggarong, Kutai Kartanegara.

Nah, bagi Anda yang belum mengetahui apa saja prasasti dan benda peninggalan sejarah Kerajaan Kutai yang hingga kini masih terjaga dan terawat. Berikut ini kami memiliki informasi mengenai daftar peninggalan Kerajaan Kutai yang tersimpan dalam Museum Mulawarman. Apa sajakah itu? Simak selengkapnya.

Daftar Peninggalan Sejarah Kerajaan Kutai Terpopuler

Daftar Peninggalan Sejarah Kerajaan Kutai Terpopuler
https://moondoggiesmusic.com

Prasasti Yupa

Prasasti Yupa
http://www.wacana.co

Salah satu bukti kehadiran Kerajaan Kutai ini di Indonesia adalah ditandai dengan ditemukannya peninggalan berupa prasasti yang berwujud Yupa.

Prasasti yang ditulis menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta tersebut berbentuk seperti 3 tiang batu, yang konon batu tersebut digunakan untuk mengikat hewan kurban atau manusia yang diperuntukkan bagi para dewa.

Artikel terkait : Sejarah Candi Borobudur

Di dalam prasasti tersebut menceritakan tentang banyak hal, mulai dari kehidupan Kerajaan Kutai, sejarah, kegiatan kebudayaan, kegiatan politik hingga pengaruh agama Hindu yang masuk di Kerajaan Kutai dan akhirnya menjadi agama resmi yang banyak dianut oleh umatnya.

Ketopang Sultan

Ketopang Sultan
https://www.romadecade.org

Selain prasasti yupa yang mengkisahkan tentang sejarah asal muasal berdirinya kerajaan yang berada di Kutai Kartanegara tersebut, bukti sejarah peninggalan Kerajaan Kutai selanjutnya adalah Ketopang Sultan.

Ketopang Sultan merupakan mahkota Raja di Kerajaan Kutai yang terbuat dari emas. Mahkota Raja yang ditemukan pada tahun 1980 di Muara Kaman, Kutai Kartanegara ini memiliki berat kurang lebih mencapai 1,98 kg.

Artikel terkait : Biografi Ki Hajar Dewantara

Nah, bagi Anda yang ingin melihat mahkota raja Kerajaan Kutai secara langsung silahkan berkunjung ke Museum Nasional yang terletak di Jakarta. Pasalnya Ketopang Sultan yang terletak di Museum Mulawarman Kutai Kartanegara tersebut hanyalah mahkota raja tiruan.

Kalung Ciwa

Kalung Ciwa
https://satujam.com

Kalung Ciwa merupakan salah satu perhiasan yang sering digunakan oleh para Sultan ketika menghadiri sebuah pesta penobatan sultan baru. Peninggalan Kerajaan Kutai yang ditemukan pada masa pemerintahan Sultan Aji Muhammad Sulaiman tersebut terjadi pada tahun 1890 oleh seorang masyarakat biasa di dekat Danau Lipan, Muara Kaman.

Kini keberadaan kalung Ciwa tersebut berada di museum Mulawarman, Muara Kaman. Nah, bagi Anda yang hendak melihat secara langsung bukti berdirinya Kerajaan Kutai melalui peninggalan Kerajaan Kutai, silahkan kunjungi Museum Mulawarman atau Museum Nasional yang terletak di Jakarta.

Kalung Uncal

Kalung Uncal
https://www.saungilmu.com

Selain kalung Ciwa, Kerajaan Kutai juga memiliki kalung Uncal yang juga merupakan bukti peninggalan Kerajaan Kutai. Kalung uncal merupakan salah satu perhiasan yang sering digunakan oleh sultan Kerajaan Kutai pasca meluluhkan kerajaan Kutai Martadipura.

Perhiasan berupa kalung emas yang memiliki berat mencapai 170 gram tersebut dihiasi dengan liontin. Uniknya, liontin yang menggantung pada kalung Uncal tersebut dibekali dengan sebuah relief yang mengkisahkan tentang ceria Ramayana.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh para ahli, kalung Uncal tersebut berasal dari Negara India tepatnya di wilayah Unchele.

Hingga kini keberadaan kalung Uncal tersebut hanya tersedia sebanyak 2 buah kalung Uncal saja, yaitu terletak di India dan di Indonesia. Kini keberadaan kalung Uncal tersebut diletakkan di Museum Mulawarman, Kutai Kartanegara.

Bagi Anda yang berkenan untuk melihat segala bentuk dan prasasti bukti peninggalan Kerajaan Kutai silahkan berkunjung ke Museum Kartanegara.

Kura-Kura Emas

Kura-Kura Emas
https://sejarahlengkap.com

Tak hanya perhiasan dan prasasti bukti keberadaan Kerajaan Kutai yang dituangkan melalui peninggalan sejarah Kerajaan Kutai tersebut juga terdapat sebuah benda yang terbilang cukup unik. Benda unik berbentuk kura-kura tersebut konon terbuat dari bongkahan emas murni.

Menurut cerita, kura-kura emas yang memiliki ukuran sebesar setengah kepalan tangan manusia tersebut ditemukan di wilayah Long Lalang tetapnya di hulu sungai Mahakam. Kura-kura emas ini adalah persembahan dari seorang pangeran yang berasal dari China untuk putri raja Kutai yang bernama Aji Putri Bidara Putih.

Tak hanya satu macam saja, pangeran China tersebut juga memberikan benda-benda unik lainnya sebagai bukti kesungguhannya untuk memperistri putri raja Kutai tersebut. Bagi Anda yang ingin melihat benda-benda unik pemberian pangeran China kepada Kerajaan Kutai, silahkan berkunjung ke Museum Mulawarman, Kutai Kartanegara.

Pedang Sultan Kutai

Pedang Sultan Kutai
https://www.liputan6.com

Pedang Sultan Kutai merupakan sebuah senjata yang kerap digunakan Sultan Kutai saat menghadapi musuhnya. Konon menurut cerita yang beredar salah satu peninggalan sejarah Kerajaan Kutai tersebut terbuat dari emas murni yang padat.

Selain itu terdapat aksen yang menarik, misalnya saja di bagian gang-gangnya yang terukir gambar seekor harimau yang tengah sigap untuk menerkam. Sedangkan pada bagian sarung pedangnya dilengkapi dengan gambar seekor buaya. Kini keberadaan pedang Sultan Kutai ini dapat dijumpai di Museum Nasional Jakarta.

Tali Juwita

Tali Juwita
https://www.dictio.id

Peninggalan Kerajaan Kutai selanjutnya adalah Tali Juwita. Tali juwita merupakan sebuah tali yang yang berasal dari 21 helai benang yang biasanya digunakan dalam upacara tradisi Bapelas.

Konon keberadaan tali juwita ini menggambarkan tentang 7 muara dan 3 anak sungkai diantaranya sungai Kelinju, Belayan dan sungai Kedang Oahu yang dimiliki oleh sungai Mahakam.

Keris Bukit

Keris Bukit
https://kerjaaankutai.wordpress.com

Keris Bukit memiliki hubungan yang sangat erat dengan permaisuri Aji Putri Karang Melenu. Permaisuri Aji Putri Karang Melenu tersebut bukan hanya seorang istri dari Raja Kutai Kartanegara semata namun juga pemilik dari Keris Bukit tersebut.

Pasalnya permaisuri tersebut adalah seorang bayi perempuan yang dulunya ditemukan dalam sebuah gong yang hanyut di balai bambu yang ditemukan oleh warga sekitar. Uniknya dalam gong tersebut tak hanya terdapat seorang bayi perempuan semata namun juga terdapat sebutir telur ayam serta sebilah keris yang kini keris tersebut diberi nama sebagai keris Bukit.

Kelambu Kuning

Kelambu Kuning
https://moondoggiesmusic.com

Hingga saat ini seluruh benda dan prasasti peninggalan Kerajaan Kutai masih dianggap memiliki kekuatan magis yang besar bagi seluruh warga Kutai Kartanegara. Guna mempertahankan kekuatan magis tersebut ada beberapa benda peninggalan sejarah Kutai yang dibungkus dengan kelambu kuning.

Kelambu kuning banyak dipercaya untuk menjauhkan diri dari tuah dan bala yang ditimbulkan. Ada beberapa benda sejarah yang dibungkus dengan kelambu kuning tersebut, antara lain seperti kelengkang besi, tajau, gong raden galuh, gong bende, arca singa dan beberapa benda lainnya.

Singasana Sultan

Singasana Sultan
https://www.flickr.com

Singasana Sultan merupakan sebuah tempat istirahat yang juga bukti peninggalan Kerajaan Kutai di Indonesia. Singasana Sultan ini kerapkali digunakan oleh raja-raja Kerajaan Kutai, seperti Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sultan Aji Muhammad Parikesit dan beberapa raja-raja Kerajaan Kutai sebelumnya.

Tempat peristirahattan ini juga sudah disempurnakan dengan payung, umbul-umbul serta paduan pengantin Kutai Keraton guna memberikan kenyamanan terhadap raja.

Nah, jika Anda berkenan melihatnya secara langsung silahkan berkunjung ke museum Mulawarman Kutai Kartanegara, sebab hingga saat ini keberadaan Singgasana Sultan masih terawat dan terjaga di museum tersebut.

Bagaimana apakah setelah membaca artikel tersebut diatas Anda sudah bisa mengetahui apa saja peninggalan Kerajaan Kutai yang hingga kini masih bisa di jumpai? Jika Anda berminat melihat secara langsung deretan peninggalan sejarah Kerajaan Kutai tersebut, silahkan bertandang ke Museum Mulawarnan dan museum Nasional yang terletak di Jakarta.

Di situs sejarah ini akan disuguhkan dengan beberapa benda dan prasasti dari Kerajaan Kutai pada masa lampau. Itulah info mengenai peninggalan Kerajaan Kutai yang dapat Anda ketahui dengan seksama. Semoga ratikel ini mampu memberikan ilmu sekaligus wawasan baru mengenai Kerajaan Hindu pertama di Indonesia ini. Terima kasih

Leave a Comment