20+ Kumpulan Gambar Manusia Purba Didunia Dengan Sejarahnya

Sebelum membahasnya lebih jauh, baiknya kita ingat kembali pelajaran di waktu SMP tentang manusia purba yang menurut para ahli mengatakan ialah pendahulu kita.

Namun jika kita sebagai orang muslim baiknya itu dianggap sebagai teori atau temuan dari para ahli, karena sejatinya manusia itu keturunan Nabi Adam AS.

Namun disini kita akan membahas sesuai dari penemuan para ahli yang sudah diketahui oleh kita semua di berbagai buku-buku pelajaran mengenai manusia purba dengan jenis-jenis hingga perbedaannya secara spesifik.

Manusia purba memiliki beberapa suku dan ras, yang dari beberapa temuan para ahli menjadi 10 jenis yang berada di Indonesia. Dari beberapa fosil purbakala menjadi bukti para peneliti dalam mengemukakan sebuah sejarah manusia purba.

Meski dalam sebuah teori evolusi bahwa manusia berasal dari kera, sempat menjadi kontroversi dari beberapa peneliti. Namun sekarang ini sudah dikutip di berbagai buku karena sudah menjadi kesepakatan antar peneliti dengan mengumpulkan bukti-bukti fosil dan di jadikan bahan kajian bersama, sehingga mendapatkan titik temu.

Setelah itu di sebar luaskan ke berbagai media dengan sebuah informasi sekaligus menjadi ilmu pengetahuan sejarah, atau yang kita kenal di dalam sekolah yaitu dengan sebutan IPS. Pendidikan ini menjadi pelajaran sejarah mengenai manusia purba dalam berevolusi.

Namun secara umum manusia purba hanya terbagi menjadi 3 jenis, yang diantaranya ialah:

  • Homo (Manusia Cerdas)
  • Meganthropus (Manusia Besar)
  • (Manusia Kera Berjalan Tegak)

Dari ketiga jenis manusia purba tersebut telah ditemukan fosil-fosilnya di beberapa wilayah Indonesia. Dan diyakini oleh semua peneliti, berikut dengan bahan-bahan fosil yang telah ditemukannya tersebut.

Selain itu terdapat macam-macam manusia purba di Indonesia yang bisa dijadikan pelajaran sejarah bagi kita semua tentang asal muasal manusia purba.

Akan tetapi informasi dari temuan tersebut dilarang untuk kepentingan pribadi, misalnya digunakan sebagai karya ilmiah dll.

Meganthropus Palaeojavanicus

Meganthropus Palaeojavanicus

https://satujam.com

Salah satu jenis yang satu ini ialah manusia purba yang memiliki tubuh lebih besar dari jenis yang lainnya. Manusia purba ini pertama kali ditemukan oleh orang Belanda. Ia adalah seorang arkeolog dan sangat paham dengan sejarah mengenai purbakala.

Van Koenigswald menjadi orang yang pertama kali menemukan fosil manusia purba di daerah Sangiran. Dalam penelitiannya Van Koenigswald berhasil memecahkan temuannya setelah menemukan fosil tersebut pada tahun 1936.

Di zaman tersebut fosil yang ditemukan banyak sekali kemiripannya dengan orang Barat.

Dan ketika para peneliti menemukan fosil yang berbeda dari sebelumnya, maka semakin penasaran lagi untuk mendalaminya lebih jauh mengenai fosil-fosil manusia purba yang ada di Indonesia.

Sebuah temuan telah berhasil dikemukakan oleh seorang arkeolog dari hasil penemuan fosil-fosil yang menjadi bahan kajiannya.

Dan dinyatakan Meganthropus Palaeojavanicus (Manusia bertubuh besar) ini hidup kurang lebih 1 sampai 2 juta tahun yang lalu.

Namun masih banyak lagi bahan-bahan fosil yang bisa kita jadikan kajian untuk menentukan perkiraan umur dari manusia purba tersebut.

Fosil-fosil tersebut bisa berbentuk bebatuan atau elemen-elemen lainnya yang bisa dijadikan perhitungan umur dari manusia purba tersebut.

Seperti halnya kita tinggal dibumi tercinta ini, bisa diperkirakan melalui karbon pada materian dan zat yang ada di bumi. Begitupun Meganthropus Palaeojavanicus ini bisa ditentukan dengan pengumpulan fosil tersebut.

Dan Meganthropus Palaeojavanicus memiliki ciri yang antara lain ialah sebagai berikut:

  • Pipi pada manusia purba tersebut memiliki tulang yang sangat tebal
  • Tidak mempunyai dagu, seperti umumnya manusia di zaman sekarang
  • Terdapat benjolan pada belakang yang sangat tajam
  • Kening menonjol secara merata hingga keseluruhan
  • Terdapat otot pada rahang yang sangat kuat, sehingga bisa memakan makanan yang keras
  • Bentuk tubuh yang besar dan tegap, selain itu lebih menyukai makanan tumbuh-tumbuhan dibandingkan yang bernyawa. Mereka hidup dengan cara berkelompok dan sering berpindah-pindah.

Pitecantrhopus Erectus

Pitecantrhopus Erectus

http://www.dasaguru.com

Sedikit berbeda dengan manusia purba Pitecanthropus Erectus, ia hidup di Indonesia sejak 1 atau 2 juta tahun yang lalu. Manusia purba ini pernah hidup di beberapa wilayah Indonesia dan kemudian mengalami bencana alam beberapa kali di Indonesia.

Eungene Dubois adalah seorang Doktor dari Belanda, ia menjadi orang pertama yang menemukan jenis manusia purba ini. Dan menurut penemuannya,tengkoraknya mirip dengan sekali dengan kera.

Memiliki insting yang mirip dengan hewan, karena berdasarkan kajian dari beberapa arkeolog, memungkinkan mempunyai otak lebih kecil. Maka dari itu tingkat kecerdasannya masih dibawah rata-rata, namun sedikit lebih tinggi diatas hewan.

Karakter dari jenis manusia purba ini sangat unik, karena salah satu kaum yang sering mengumpukan makanan. Bisa dikatakan dengan kehidupan primitif, karena tidak jauh dengan cara hidup kera yang kita lihat di zaman sekarang.

Jenis manusia purba ini menjadi salah satu bukti kuat dari mahluk transisi dengan beberapa evolusinya, menurut para ahli atau arkeolog yang mengumpulkan data-data dari fosil dan dijadikan bahan untuk kajiannya sendiri.

Setelah itu berhasil dan dikemukakan ke berbagai media informasi sebagai pelajaran sejarah, yang menyatakan bahwa jenis manusia purba ini menjadi salah satu mahluk berukuran tubuh yang paling besar dan tegak diantara lainnya.

Teori evolusi ini pertama kali di kemukakan oleh Charles Darwin setelah keberhasilannya dalam sebuah temuan dah penelitiannya tersebut. Setelah itu Charles Darwin menemukan kembali penelitian selanjutnya yaitu jejak-jejak masa akhir dari manusia purba tersebut.

Pitecanthropus Soloensis

Pitecanthropus Soloensis

https://bisakali.net

Telah ditemukan pula jenis lainnya yaitu manusia purba jenis Pitecanthropus Soloensis. Manusia purba jenis ini menurut para ahli arkeolog berasal dari Indonesia, yang lebih tepatnya di kota Solo.

Manusia purba ditemukan bukan hanya di daratan, akan t etapi ada juga di wilayah laut Indonesia. Dan untuk manusia purba daratan sendiri berasal di Solo yang tepatnya di wilayah Ngandong.

Dan dikuatkan menjadi ketetapan sebuah sejarah manusia purba Pitecanthropus Soloensis di negara kita yaitu Indonesia.

Dan diakui oleh semua ahli arkeolog hingga tercatat di sejarah Internasional tentang jenis-jenis manusia purba yang khususnya Pitecanthropus Soloensis.

Selain itu ada beberapa temuan lainnya yang mengarah kepada bentuk serta ciri-ciri atau spesisifknya mengenai jenis Pitecanthropus Soloensis ialah sebagai berikut:

  • Memiliki ciri pada rahang yang besar dan kuat
  • Memiliki struktur hidung yang besar serta lebar
  • Memiliki geraham yang besar dan kuat serta tidak berdagu
  • Memiliki otak yang lebih kecil
  • Bertubuh besar, tinggi hingga 180 cm
  • Jenis makanannya ialah tumbuhan dan berburu hewan

Pitecanthropus Mojokertensis

Pitecanthropus Mojokertensis

https://learniseasy.com

Jenis manusia purba selanjutnya adalah Pitecanthropus Mojokertensis. Kalian tak perlu lagi untuk mendalaminya lebih jauh, mengenai jenis-jenis manusia purba ini.

Loh ko gitu? Kita bisa tahu bahwa Eungene Dubois berhasil menjadi penemu fosil jenis ini di wilayah Mojokerto, sehingga beliau menamai fosil penemuannya tersebut menjadi sebuah temuan besar pada abad ini.

Ciri-ciri manusia purba di nusantara ini pada dasarnya tidak jauh beda dengan manusia modern saat ini. Hal seperti ini perlu ditegaskan kembali , bahwa konten dari manusia purba ini bukan merupakan sumber hasil ilmiah kepustakaan.

Untuk jenis homo ini mempunyai kebiasaan dan gaya hidup yang tidak jauh beda dengan manusia modern saat ini. Pada masa itu tidak menggunakan alat-alat yang canggih, tetapi menggunakan batu sederhana yang di hampelas secara manual.

Manusia jenis Homo tersebut sudah sadar dengan keberadaan manusia di sekitarnya. Sehingga akan timbul sebuah kesamaan ras . Secara umum, manusia jenis homo Floresiensis memiliki ciri khas seperti di bawah ini :

  1. Muka lebar dengan hidung yang lebar
  2. Mulutnya menonjol
  3. Terdapat ciri dengan dahi yang menonjol
  4. Bentuk fisiknya sudah seperti manusia sekarang
  5. Tingginya 130–210 cm
  6. Berat badan 30–150 kg
  7. Hidupnya sekitar 40.000–25.000 tahun yang lalu

Homo Wajakensis

Homo Wajakensis

https://satujam.com

Jenis manusia purba selanjutnya Homo Wajakensis. Manusia purba ini berasal dari wajak. Perselisihan antara kelompok yang masih menjadi masalah pada masa purba untuk menjadikan tiap daerahnya mempunyai bentuk fosil yang berbeda-beda dari yang lainnya.

Homo Wajakensis inilah, yang ketika di gambarkan dekat daerah Tumenggung Jawa Timur, pada tahun 1889, Eungene Dubois telah menemukan fosil manusia purba asli nusantara.

Penemuan tersebut merupakan penemuan yang sangat penting, karena seolah menemukan kepingan puzzle yang hilang untuk membuktikan adanya hubungan manusia dengan kera.

Fosil-fosil manusia purba yang ada di Indonesia menjadi jembatan penghubung antar manusia modern dengan manusia zaman purba, karena beberapa ahli arkeolog menemukan ciri-ciri yang bahwasanya manusia purba adalah pendahulu kita.

Homo Soloensis

Homo-Soloensis

https://satujam.com

Manusia purba Homo Soloensis merupakan jenis manusia purba yang telah ditemukan fosilnya di wilayah Solo Jawa Tengah.

Apakah kalian tahu siiapa saja yang meneliti manusia purba di indonesia? Yang sangat terkenal tentunya Eungene Dubois, kemudian Van Koenigswald, kemudian ada Weidenreich. Sungai bengawan Solo ini adalah jantung dari sebuah kehidupan primitif di masa lampau Indonesia.

Pitecanthropus Robustus

Pitecanthropus Robustus

https://materiips.com

Jenis ini memiliki ciri rahang yang besar, dari adanya rahang besar tersebut, menurut peneliti jenis manusia purba ini memiliki keragaman yang menarik. Berikut bentuk rupa dari manusia purba pitechanthropus robustus:

Mempunyai bentuk rahang yang besar. Mengedepankan akal di bandingkan insting mereka. Manusia purba jenis ini sudah berevolusi. Pasalnya sudah memiliki cara berpikir seperti layaknya manusia modern.

Pitecanthropus Dubuis

Pitecanthropus Dubuis

http://geomagz.geologi.esdm.go.id

Jenis ini merupakan jenis kera berjalan tegak yang di temukan di daerah sangiran dan di daerah sungai Bengawan Solo,

Karakteristik dari jenis ini adalah berjalan tegak tidak seperti kera dan jenis ini biasanya hidup menetap di kawasannya tersebut.

Homo Sapiens

Homo Sapiens

https://geneticliteracyproject.org

Jenis manusia purba selanjutnya ialah jenis makhluk mempunyai otak yang lebih cerdas dan hampir mirip dengan manusia Indonesia sekarang ini.

Adapun cirinya sebagai berikut:

  1. Dari volume otaknya mempunyai antara 1.000 cc – 1.200 cc
  2. Mempunyai tinggi badan antara 130 – 210 m
  3. Otot tengkuk mengalami penyusutan
  4. Alat kunyah dan gigi mengalami penyusutan
  5. Muka tidak menonjol ke depan
  6. Berdiri dan berjalan tegak
  7. Memiliki dagu, namun terdapat tulang rahang tidak begitu kuat dibandingkan dengan yang lainnya.

Dengan kemajuan para ilmuan yang meneliti dengan sedemikian rupa, maka beberapa ahli mengatakan bahwa manusia adalah evolusi dari zaman purba yang dahulu kala ada mahluk mirip kera, namun dengan keseluruahn bentuknya sangat mirip dengan manusia.

Demikian sudah artikel ini saya buat, agar sekiranya bermanfaat untuk para pembaca, atau yang membutuhkan. Semata-semata artikel ini saya buat untuk berbagi ilmu sejarah dan manakala ada kesalahan yang tidak disengaja, mengenai penulisan tokoh, tempat, suku, ras dll.

Mohon untuk di maklumi, karena artikel ini masih jauh dari kata sempurna.Maka dari itu saya sangat mengharapkan saran dan kritiknya dari pembaca, untuk menambah kesempurnaan artikel ini, agar lebih lengkap mengenai tanggal, tahun, data dan bukti fosil-fosil yang terkait dengan manusia purba.

Leave a Reply