Sejarah Kerajaan Pajang Terlengkap | Peninggalan Dan Masa Kejayaan

Perkembangan agama Islam di Jawa salah satunya dipelopori oleh kerajaan Islam pertama yang ada di Jawa, adalah Kesultanan Demak. Setelah Demak runtuh, maka tergantikan kerajaan Demak tersebut dengan kerajaan Pajang.

Kerajaan pajang ini pendirinya adalah Jaka Tingkir yang sudah menyingkirkan rivalnya untuknya selanjutnya memindahkan pusat kerajaan Demak ke wilayah Pajang.

Sejarah Kerajaan Pajang

Sejarah Kerajaan Pajang
http://latelitepost.blogspot.com

Sejarah berdirinya Kerajaan Pajang adalah kurang lebih akhir abad ke 16 dan pada waktu itu juga runtuhnya Kerajaan Demak. Kerajaan Pajang ini muncul disebabkan adanya konflik dalam Kerajaan Demak sendiri.

Keruntuhan Kerajaan Demak yang asalnya dengan konflik keluarga, selanjutnya menuju pertumpahan darah yang membawa pada berdirinya Kerajaan Pajang. Konflik internal ini terjadi diantaraaryo Penangsang dan Joko Tingkir (menantu Sultan Trenggono)

Keruntuhan Kerajaan Demak yang diawali dengan konflik keluarga, kemudian memicu pertumpahan darah yang membawa pada berdirinya Kerajaan Pajang. Konflik internal ini terjadi diantara Aryo Penangsang dan Joko Tingkir (menantu Sultan Trenggono).

Artikel terkait : cerpen anak

Kedua tokoh ini juga terlibat konflik dan perang yang begitu sengit selanjutnya membawa kematian dari Arya Penangsang. Arya Penangsang yang pada saat itu adalah Raja Demak, berhasil di bunuh oleh Jaka Tingkir dari Pajang.

Arya Penangsang sendiri dalam prosesnya Raja Demak tidak di restui oleh kelurga besar Kerajaan Demak itu sendiri. Sehingga, Jaka Tingkir adalah menantu Sultan Trenggono turun tangan untuk menghabisi kekuasaanya Arya Penangsang.

Joko Tingkir sendiri pada waktu itu dibantu oleh Sutawijaya dari Mataram. Sesudah Aryo Penangsang mati, lalu pusat kerajaan Demak di geser ke Pajang dan selanjutnya Joko Tingkir menjadi raja yang pertama di Pajang.

Sebelum menjabat raja di pajang, Joko Tingkir ialah seseorang adipati Pajang Pada masa Sultan Trenggono. Kerajaan Islam Pajang ini Berlangsung tidak begitu lama disebakan letaknya yang berdekatan dengan Kerajaan Islam lainnya yaitu Kerajaan Islam Mataram Islam.

Letak Kerajaan Pajang

Letak Kerajaan Pajang
https://www.dosenpendidikan.com

Dengan secara geografis, Kerajaan Pajang terletak di daerah pedalaman. Kerajaan ini tidak berkuasa lama, hal itu disebabkan oleh beberapa faktor, baik intern maupun ekstern.

Meskipun demikian, Kerajaan ini yang nantinya juga menghasilkan kemajuan-kemajuan yang positif kepada perkembangan Islam di wilayah kekuasaanya.

Artikel terkait : kerajaan gowa tallo

apabila dilihat dari periode eksistensinya, Kerjaan ini di apit oelh kedua kerajaan Islam besar yang posisinya mereka tidak begitu berjauhan, adalah periode akhir kerjaan Demak dan juga awal kerajaan Mataram Islam.

Berawal dari hal tersebut, penting kiranya buat kita ulas lebih lanjutnya hal-hal yang berkaitan dengan kerajaan ini.

Kerajaan Pajang adalah satu kerajaan yang pusatnya di Jawa Tengah sebagai kelanjutannya dari Kerajaan Demak.

Kompleks keratonnya pada zaman ini tinggal tersisa berupa batas-batas dasarnya saja yang posisinya di perbatasan Kelurahan Pajang Kota Surakarta dan Desa Makam haji, Kartasura, Sukoharjo

Silsilah Kerajaan Pajang

Silsilah Kerajaan Pajang
https://waskita-adijarto.blogspot.com

Jaka Tingkir / Hadiwijaya

Jaka Tingkir / Hadi Wijaya
https://www.joko-tingkir.com/

Nama cilik Jaka Tingkir ialah Mas Krebet. Hal ini disebabkan pada saat lahirnya Jaka Tingkir, karena sedang adanya acara pertunjukkan wayang beber di rumahnya. Pada saat remaja ia mempunyai nama Jaka Tingkir

Nama itu dinobatkan pada tempat ia dibesarkan. Pada waktu berkembangnya Jaka Tingkir menjadi menantu dari Sultan Trenggana (Sultan Kerajaan Demak) Setelah berkuasa di Pajang. Ia selanjutnya mendapt gelar “Hadiwijaya”.

Jaka Tingkir asalnya dari wilayah Pengging, di lereng Gunung Merapi. Jaka Tingkir adalah cucu dari SUnan Kalijaga yang asalnya dari daerah Kadilangun.

Melewati pemberontakan yang selanjutnya menjadi bagian berakhirnya Kerajaan Demak, Jaka Tingkir berhasil mendirikan Kerajaan Islam baru.

Meski tidak terlalu lama, tetapi bukan berarti kerajaan ini tidak memberikan kontribusi apa-apa berkembangya Islam di Jawa Tengah. Yang sudah di pastikan di daerah pedalaman Jawa Tengah. Dibawah pemimpinnya, kerajaan ini mengalami beberapa kemajuan.

Dari salah satu kemajuan adalah usaha ekspansi wilayah kekuasaan, seperti ekspansi ke daerah Madiun. Selanjutnya Kerajaan Pajang juga berhasil melakukan ekspansi ke daerah Blora pada tahun 1554 M dan daerah Kediri 1577 M.

Pada Tahun 1581, Jaka Tingkir berhasil mendapatkan pengakuan dari seluruh adipati di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Di masa pemerintahannya sudah mulai dikenal di daerah pesisir adalah kesusastraan dan kesenian keraton yang sudah terkenal sebelumnya.

Kesusastraan dan kesenian keraton ini sebelumnya berkembang di Demak dan Jepara.

Kemudian yang terpenting adalah pengaruh Islam yang selanjutnya menyebar luas ke seluruh daerah pedalaman, dengan seorang tokoh pelopor yaitu Syekh Siti Jenar. dan di daerah Selatan, Islam disebarkan oleh Sultan Tembayat.

Sekarang terdapat tulisan tentang sajak Monolistik Jawa yang terkenal dengan Nitti Sruti. diselenggarakannya pesta Angka Wiyu. Selanjutnya, kesusastraan Jawa juga dihayati dan dihidupkan di Jawa Tengah bagian Selatan.

Dapat dikatakan bahwa pada masa inilah, kerajaan Pajang mengalami masa kejayaan, sebelum akhirnya kerajaan ini mulai mengalami kemunduran setelah kematian sultan Jaka Tingkir atau Hadiwijaya (1582 M).

Arya Pangiri

Arya Paringi
http://pakoeboewono.blogspot.com

Arya Pangiri adalah raja kedua setelah Jaka Tingkir. Arya Pangiri berasal dari wilayah Demak. Ayahnya bernama Sultan Prawoto yang merupakan raja ke-empat kerajaan Demak.

Arya Pangiri juga sempat menjabat sebagai bupati di Demak. Tetapi setelah sultan Hadiwijaya meninggal dunia, ia selanjutnya menjadi raja Pajang menggantikan sultan Hadiwijaya.

Sesudah menjabat sebagai sultan di kerajaan ini, ia selanjutnya bergelar sultan Ngawantipura.

Ia di cerita kan hanya peduli pada usaha untuk menaklukkan Mataram daripada menciptakan kesejahteraan rakyatnya. Dia sudah melanggar wasiat mertuanya (Hadiwijaya) supaya tidak membenci Sutawijaya.

Ia malahan membentuk pasukan yang terdiri atas orang-orang bayaran dari Bali, Bugis, dan Makassar untuk menyerbu Mataram.

Arya Pangiri juga berlaku tidak bisa adil terhadap penduduk asli Pajang. Ia mendatangkan orang-orang Demak untuk menggeser kedudukan para pejabat Pajang. Malahan, rakyat Pajang juga tersisih oleh kedatangan penduduk Demak.

Akibatnya, banyak warga Pajang yang menjadi perampok karena kehilangan mata pencaharian. Sebagian lagi pindah ke Jipang mengabdi pada Pangeran Benawa.

Hingga pada akhirnya, ia berhasil dikalahkan oleh Benawa, yang selanjutnya akan menjadi sultan kerajaan Pajang. Sesudah ia kalah, ia dipulangkan ke Demak.

Pangeran Benawa

Pangeran Benawajpg
http://tokohmuslim.com

Pangeran Benawa adalah anak dari Sultan Hadiwijaya. ia bergelar Sultan Prabuwijaya. Semenjak kecil, ia sudah di persaudarakan dengan Sutawijaya yang nantinya akan mendirikan kerajaan Mataram.

Pada perkembangannya, melalui garis keturunannya nantinya akan dilahirkan orang-orang besar dan pujangga-pujanga besar. Sesudah Sultan Prabuwijaya meninggal pada tahun 1587, kerajaan Pajang menjadi negara yang tunduk sepenuhnya terhadap Mataram.

Hal ini disebabkan tidak adanya pengganti yang cukup cakap untuk memegang kendali pemerintahan Pajang.

Peninggalan Kerajaan Pajang

Peninggalan Kerajaan Pajang
http://www.ipsmudah.com

Tidak seperti kerajaan yang lainnya yang pernah berdiri di nusantara, Kerajaan Pajang hanya meninggalkan sedikit peradabannya. Hal ini didasari karena umur kerajaan ini yang relatif singkat.

Adapun beberapa peninggalan Kerajaan Pajang tersebut di antaranya Masjid Laweyan, makam para bangsawan yang terdapat di kompleks masjid, Bandar Kebanaran, Pasar Laweyan, dan kesenian membatik.

Masjid Laweyan

Masjid Laweyan
https://www.republika.co.id

Masjid Laweyan merupakan masjid peninggalan kerajaan Pajang yang sampai saat ini bangunan fisiknya masih dapat kita temukan di Kampung Batik, Laweyan, Solo. Masjid ini didirikannya oleh raja pertama Kerajaan Pajang pada tahun 1546.

Berdasarkan dari beberapa sumber, masjid ini awalnya ternyata merupakan sebuah bangunan pura tempat ibadahnya masyarakat Hindu di Pajang.

Karena keakraban Ki Ageng Henis dengan pimpinan Hindu setempat, pura Laweyan tersebut selanjutnya dialih fungsikan menjadi masjid untuk melayani peribadatan masyarakat Islam Laweyan.

Oleh sebab itu, hingga masjid Laweyan juga kerap disebut masjid Ki Ageng Henis.

Makam Para Bangsawan

Makam para bangsawan
http://uyanua.blogspot.com

Di wilayah halaman Masjid Laweyan terdapat kompleks pemakaman para bangsawan Kerajaan Pajang. Kompleks pemakaman ini berisi sekitar 20 makam yang salah satunya merupakan makam dari Ki Ageng Henis, salah satu pendiri Kerajaan Pajang.

Makam-makam terbilang kerap dikunjungi para wisatawan atau orang yang berkunjung ke masjid Laweyan sesudah menunaikan sholat.

Bandar Kabanaran

Bandar Kabanaran
https://www.pintaram.com

Bandar Kabanaran merupakan sebuah bandar atau tempat perdagangan yang terletak di tepi anak sungai Bengawan Solo.

Ketika masa kekuasaan Kerajaan Pajang, bandar ini digunakan sebagai salah satu penghubung lalu lintas perdagangan dari pedalaman Jawa ke bandar besar Nusupan yang ada di bagian hilir.

Sebagian peneliti meyakini bahwa selain sebagai tempat perdagangan, bandar peninggalan Kerajaan Pajang ini juga bisa berfungsi sebagai tempat berdakwah dan penyebaran syiar Islam di sekitaran Pajang pada masa silam.

Meskipun demikian, bandar ini sekarang tidak begitu mendapat perhatian karena kurangnya hal unik yang bisa ditonjolkan untuk menarik minat wisatawan.

Pasar Laweyan

Pasar Laweyan
https://www.travelagent.co.id

Tidak jauh dari Bandar Kabanaran ada sebuah pasar yang bernama Pasar Laweyan. Pasar peninggalan Kerajaan Pajang ini dulunya merupakan kontribusi utama kegiatan perdagangan yang terjadi di Bandar Kabanaran.

Sampai saat ini, pasar Laweyan masih digunakan masyarakat sekitaran untuk melakukan transaksi jual beli. Meskipun demikian, tidak ada sisa benda yang mencirikan bagaimana sejarah peradaban Kerajaan Pajang dari pada bangunan pasar yang ada saat ini.

Kesenian Batik

Kesenian Batik
http://sidikbinmail3.blogspot.com

Selain meninggalkan beberapa benda dan situs yang bersejarah, peradaban masyarakat Kerajaan Pajang pada masa silam juga mewariskan kesenian batik tulis.

Batik yang sampai saat ini kita kenal ternyata awalnya adalah buah karya masyarakat Laweyan di masa silam.

Meskipun kesenian batik tulis Laweyan pernah redup pada sekitar tahun 1980 disebabkan perkembangan batik Printing, namun kini geliat kesenian tulis kain ini kembali hidup berkat adanya minat masyarakat terhadap batik tradisional yang semakin besar.

Latar Belakang Kerajaan Pajang

Latar Belakang Kerajaan Pajang
http://sejarahindonesiadahulu.blogspot.com

Pada tahun 1546 , Sultan Trenggana sangat berusaha menguasai pelabuhan penarukan. Hampir tiga bulan lamanya, Sultan Trenggana memimpin pasukan Islam dari Demak berperang melawan penarukan yang mendapat bantuan dari Bali.

Dalam perang ini Sultan Trenggono tidak berhasil merebut Penarukan, malahan ia sendiri wafat di Penarukan. Setelah wafatnya Sultan Trenggana, kondisi kesultanan Demak jatuh dalam konflik istana dalam memperebutkan jabatan sultan.

Dan akhirnya kesultanan Demak mengalami kemunduran dan sebagai gantinya, maka lahirlah kesultanan Pajang di bawah pimpinan sultan Hadiwijaya alias Jaka Tingkir. Maka dari itu pemakalah akan membahas tentang kesultanan Pajang lebih dalam lagi.

Masa Kejayaan Kerajaan Pajang

Masa Kejayaan Kerajaan Pajang
https://saatsantai.com

Kerajaan Pajang merupakan Kerajaan Islam pertama yang letaknya berada di wilayah pedalaman Jawa. Pada saat Kerajaan Islam Pajang berdiri, kekuasaan cuman ada di sekitaran Jawa Tengah.

Hal ini terjadi karena ketika kerajaan Islam Demak mengalami kemunduran, banyak wilayah di Jawa Timur yang mulai melepaskan diri.

Namun selanjutnya pada tahun 1586 M, Sultan Hadiwijaya beserta beberapa adipati yang ada di Jawa Timur kemudian dipertemukan di Giri Kedaton oleh Sunan Prepen.

Nah, pada pertemuan tersebut kemudian para adipati di Jawa Timur mengakui kedaulatan Kerajaan Pajang atas kadipaten yang ada di Jawa Timur.

Kerajaan Islam Pajang sendiri mengalami masa keemasan atau masa kejayaan kerajaan Pajang adalah pada masa Sultan Hadiwijaya. Ada banyak pencapaian yang berhasil diraih pada masa Sultan Hadiwijaya.

Perpindahan kekuasaan Islam Demak ke Pajang sendiri seakan menjadi sebuah simbol dari kemenangan Islam kejawen atas Islam ortodok pada masa itu.

Nah teman-teman, itulah sedikit informasi mengenai sejarah Kerajaan Pajang yang bisa kami sampaikan untuk kalian semua.

Semoga informasi mengenai sejarah Kerajaan Pajang dan berdirinya Kerajaan Pajang di atas bisa menambah pengetahuan kita semua mengenai sejarah Kerajaan Pajang.

Leave a Comment