60+ Kumpulan Cerita Silat Pendekar Yang Paling Laris Dan Populer

cerita silat

Di kisahkan oleh sebuah cerita silat sahabatnya yang telah menjadi saksi dari perjalanan hidup pendekar matahari yang konon juga memiliki rahasian peta kuno. Pendekar tersebut datang di saat matahari terbit dan berjalan sepanjang arah yang akan ia jalani.

Pendekar tersebut berkelana sepanjang hari dan bertahun-tahun melewati hutan yang rimba. Dan sampai akhirnya bisa menemukan sebuah tanda-tanda kehidupan yang diman terdapat suatu perkampungan di seberang sungai yang melewati hutan-hutan.

Setelah perjalanannya yang membuatnya letih, akhirnya dia tinggal di perkampungan tersebut, namun masih sedikit jauh dari perumahan warga, dan menemukan sebuah gubuk yang dijadikan tempat istirahat untuk beberapa hari kedepan.

cerita silat

https://uun-halimah.blogspot.com

Cerita Silat Pengemis

Cerita Silat Pengemis

https://alexandermering.wordpress.com

Setelah menginap di gubuk tersebut selama dua hari, datanglah seorang kakek yang berjalan didepan gubuk tersebut dan berniat untuk meneduh karena sedang hujan deras. Tanpa disengaja pertemuan tersebut membuat kaget si kakek, karena dikira gubuk tersebut tidak ada penghuninya.

Setelah berbincang-bincang lebih lama sampai hujan pun reda, akhirnya mereka berdua memutuskan untuk saling berkelana menapaki jejak kehidupan yang lebih baik lagi, seperti menyebarkan ajaran-ajaran baik.

Dan ketika kakek tersebut ingin pulang sendiri, sempat memberikan sebuah kain putih yang lusuh dan terlihat kotor seperti sudah menahun. Namun kain tersebut diberikan langsung kepada ppendekar matahari tanpa pesan apapun.

Konon kakek tersebut adalah seorang pengemis, yang biasa berkeliling di daerah pemukiman tersebut dan sesekali berjalan masuk ke dalam hutan sendirian. Dan banyak yang melihatnya masuk kedalam hutan dan menyeberangi sungai dengan menggunakan perahu getek.

Saksi dari beberapa warga yang melihat kakek tersebut, dianggap aneh dan misterius. Karena jarang berbicara dan lebih banyak menyendiri. Setelah pengakuan beberapa saksi yang melihat dan menyaksikan keseharian kakek tersebut yang seolah takut keramaian.

Dan akhirnya terungkap dan menceritakannya kepada pendekar matahari tersebut, yang bahwasanya dia hanya ingin menjaga kain peta tersebut. Setelah pemuda tersebut mengetahui semua tentang kakek tersebut, akhirnya dia berusaha membantu dengan menjaga kakek dari para perampok/penjahat yang selama ini mencarinya.

Dan suatu ketika kakek tersebut terlihat lemas dan tidak berdaya. Si pendekar matahari tersebut mencari pertolongan warga setempat untuk menggotong nya dan diberi ramuan yang bisa mengurangi rasa sakitnya.

Setelah dua jam pingsan, akhirnya kakek tersebut siuman dan bisa berbicara kembali. Setelah itu kakek tersebut mengatakan kepada pendekar matahari di depan warga-warga lainnya, bahwa dia adalah calon penerus kerajaan yang selama ini ia cari.

Pemuda tersebut yang dikenal sebagai pendekar matahari, terlihat bingung dengan ucapan dari seorang kakek pengemis tersebut. Kakek tersebut memberi tahu kembali, bahwa ya kau lah penerus ku, penerus kerajaanku sekaligus penerus kerajaan ini.

Sontak warga dibuatnya ramai dengan rasa kebingungan karena ucapannya yang dianggap aneh. Dan akhirnya semua warga diberitahu oleh si kakek misterius itu. Dengan maksud saya sering menyendiri itu hanyalah menyerupai sebagai orang pengemis.

Karena hanya ingin mengalihkan perhatian para perampok yang selama ini mencar saya. ‘’Ujar si kakek’’. Dan akhirnya semua warga tersebut ada yang menanyakan, “lantas apa yang ingin dia rampok sama kakek, kan tidak punya apa-apa?.

Lalu kakek tersebut mengatakan, “memang  saya tidak punya apa-apa selain secarik kain lusuh yang telah saya berikan kepada pemuda ini, sambil menunjuk ke pendekar matahari. Akhirnya si pendekar tersebut menanyakan apa isi dari kain tersebut.

Akhirnya kakek tersebut menjelaskan tentang arti dan isi kain tersebut, “Didalam sebuah kain tersebut terdapat sebuah peta bawah tanah yang mengitari seluruh isi kampung ini, dan pintunya di seberang sungai yang melewati hutan belantara.

Namun setelah ia menjelaskan semuanya kepada warga sekitar, dia langsung memejamkan matanya dan meninggal di pangkuan pemuda tersebut yang dijuluki dengan sebutan pendekar matahari dari  timur.

Dan akhirnya dimakamkan di sebuah tempat yang lebih sering dia singgahi menurut saksi mata, yaitu di sebuah pohon yang rindang, dan menjadi tempat istirahatnya di kala sedang meneduh di siang hari.

Setelah pemakaman tersebut selesai, akhirnya warga berbondong-bondong untuk melihat peta yang diberikan kepada pemuda tersebut. Dan setelah itu si pemuda atau pendekar matahari tersebut mengikuti permintaan dari warga tersebut untuk melihat apa yang dibicarakan kakek tersebut benar atau tidaknya.

Dan setelah perjalanan dua jam lamanya akhirnya sampai juga di sungai yang diman dianggap sebagai pintu masuk kerajaan oleh kakek tersebut. Namun karena si pemuda itu yang diberi mandat sebagai ahli waris, maka warga meminta ia yang memandu arah dan jalan masuknya kerajaan.

Setelah itu sampailah di depan sebuah pintu yang berbentuk seperti dedaunan pada sebuah semak-semak. Setelah mengikuti arah dari peta tersebut, akhirnya bisa memasuki pintu yang kakek maksud.

Setelah semua warga memasukinya, sepuluh langkah dari pintu tersebut terlihat silau dan sangat terang. Dan semua orang sangat terkejut karena yang mereka masuki adalah sebuah kerajaan yang selama ini dimiliki oleh seorang kakek-kakek dengan pekerjaan sebagai pengemis.

Dan semua warga pun mengikuti di setiap lorong-lorong yang mengarah ke seluruh per kampungan nya. Selain indah dan berkilau, semua dinding tersebut dilapisi emas dan perak pada sebuah atap rumahnya.

Cerita Silat Raja Matahari

Cerita Silat Raja Matahari

https://plus.google.com

Dan ketika di ujung lorong terakhir dengan ruangan serba putih dan beralaskan kain merah panjang hingga seratus meter. Dan warga pun tetap mengikuti pendekar tersebut dari belakang hingga di ujung tembok terakhir yang berada sebuah kursi emas yang sudah ter tuliskan “Sang Raja Matahari”.

Sontak warga berteriak kaget bercampur aneh. Dan mengatakan kenapa sudah tertulis  nama pemuda tersebut. Dan pemuda tersebut pun merasa aneh dengan apa yang ia alami.  Hingga berfikir apakah ini sebuah takdir atau kebetulan.

Dan tanpa berfikir panjang, para warga tersebut menyuruh dan menggotong nya ber ramai-ramai untuk menduduki kursi kekuasaannya yang dia anggap sebagai ahli waris. Dari seorang Raja yang sudah tua.

Dan ternyata Raja yang sudah meninggal tersebut telah menjaga kampungnya selama 100 tahun lamanya dari gangguan para penjajah dengan kilauan emas dari istana tersebut membuat para penjahat tidak mengetahui bahwa disini ada sebuah perkampungan.

Karena bantuan dari kakek tersebut dengan emas ajaib nya, bisa menutupi seolah tidak ada pemukiman warga di daerah tersebut. Dan akhirnya pemuda tersebut langsung di tetapkan oleh warga sebagai raja yang akan meneruskan kakek tersebut.

Dan di sebelah kursi kerajaan terdapat sebuah buku bergambar sejarah peperangan yang menewaskan ribuan juta jiwa dari masyarakat setempat. Dan buka tersebut akhirnya dibaca dan dipahami bersama-sama.

Setelah dibaca bersama-sama, maka telah ditemukan sebuah ruangan khusus yang kemungkinan kakek tersebut selamat karena ada ruangan rahasia. Dan tempat tersebut dijadikan pertapaan setiap malam satu suro.

Pada zaman dulu istana tersebut telah dirampok oleh beberapa penjajah hingga menewaskan banyak prajurit didalamnya. Dan raja tersebut lolos lalu bersembunyi di sebuah ruang rahasia, sehingga tempat persembunyian tersebut sekaligus dijadikan pertapaan bagi raja.

Setelah per sembunyianya yang kurang lebih 3 tahun lamanya dan bertapa dengan berdoa kepada Allah SWT, maka diberikan sebuah keajaiban dengan tak nampaknya kampung tersebut. Layaknya tidak ada apa-apa.

Dan setelah 3 tahun persembunyian tersebut pun usai, mencoba untuk keluar untuk mengelilingi lingkungan istana dari luar. Dan baru menyadari bahwa istananya berpindah dibawah tanah dan kampung didaerah tersebut tidak bisa terlihat dengan kasat mata.

Setelah mencoba mengelilingi istana dan mencoba kembali mengitari istana dengan memperhatikan setiap gerak gerik orang yang lewat apakah penjajah masih mencari keberadaannya atau tidak.

Dan sesekali raja tersebut yang menyerupai seorang pengemis, dicurigai oleh seorang penjajah dan pendekar sakti yang seakan mengetahui ada sesuatu yang disembunyikan oleh kakek tersebut, namun raja tetap berusaha supaya tida di curigai dengan berpura-pura mengemis.

Dan kembali bertemu dengan seseorang yang memiliki kesaktian tinggi yaitu seorang ulama besar di zamannya. Setelah melewati kakek tersebut dia berputar kembali dengan menaiki kudanya yang dijadikan kendaraan untuk berkelana.

Namun berdasarkan cerita dari buku peninggalan kakek, orang tersebut adalah ulama dari Demak yang sedang kebetulan melintasi daerah kerajaan tersebut. Dan ketika berputar kembali lalu menghampirinya, ulama tersebut mengatakan “Lanjutkan perjuangan mu Sang Raja’’.

Dan Raja pun sempat aneh karena tidak mengenalinya akan tetapi seakan bisa memahami niat dari kakek tersebut. Setelah itu seorang ulama yang menaiki kuda tersebut langsung melanjutkan perjalanannya kembali.

Sebulan kemudian ia datang kembali dan sengaja untuk menemui sang raja, dengan maksud untuk memberikan nasihat dan memberitahu bahwa dirinya harus tetap sabar dalam menjalani ujian perang melawan para penjajah dan aku akan menjadi benteng terakhir ketika kau akan diserang para pendekar sakti atau pun para dukun yang ingin men celakai mu dan rakyatmu.

Jadilah pemimpin yang baik serta sabar dalam menjalani tugas sebagai raja yang di segani banyak orang. Kemudian sang raja hanya menanyakan “Siapa kau ini Kisanak?” lalu seorang ulama tersebut menjawab, saya adalah utusan dari yang Maha pencipta untuk menolong orang-orang seperti mu.

Sang Raja menjawab, apa kau ini sudah ada sejak 100 tahun yang silam dan jika memang iya, anda mengetahui bahwa rakyatku banyak yang mati menjadi korban para penjajah?. Ulama tersebut menjawab ” ya”.

Lalu sang raja kembali menanyakan, jika kau memang mengetahui kenapa kau membiarkan rakyat yang tak bersalah menjadi korban.

Ulama tersebut menjawab, aku sudah berusaha mencegah dari serangan penjahat tersebut semampu ku, lalu berdoa kepada sang pencipta dan hidup mati seseorang hanya Allah yang menentukan.

Tidak ada satupun yang bisa menentukan kematian seseorang selain takdir Allah SWT. Maka banyaklah beribadah dan menolong sesama agar rakyatmu merasa aman atas apa yang kau berikan kenyamanan dan keamanan baginya.

Setelah percakapan tersebut ulama tersebut memberi isyarat atau tanda, bahwa akan ada seorang pendekar muda dari timur yang akan meneruskan mu nanti, ia bernama pendekar matahari, yang nanti akan menjadi  Sang Raja Matahari dari timur.

Dengan waktu beberapa detik dia langsung menghilang seakan cepat sekali hanya dengan beberapa langkah dari kaki kuda saja. Dari pertemuan pertama dan kedua tersebut telah dicatat untuk dijadikan sejarah mengenai per cakapan nya dengan seorang pahlawan islam dari Demak.

Dan catatan tersebut akan ditaruh disamping kursi Sang Raja Matahari, agar bisa disampaikan kepada rakyatnya, bahwa kita tidak boleh takut dan mundur sekali pun untuk melawah ke dzaliman di dunia ini.

Leave a Reply