Pengalaman Berburu Kelalawar Atau Kalong Di Hutan Sumedang

Berburu dalam artian mencari sesuatu yang kita cari di suatu tempat yang belum kita tahu. Berburu Kelalawar atau Kalong adalah petualangan yang ekstrim atau menantang dalam kehidupan saya.

Rencana Berburu

rencana berburu

https://www.gomarketingstrategic.com

Pada Siang hari yang lumayan terik panasnya, kita sedang kumpul bersama teman di sebuah rumah teman, dan kita sedang meminum segelas kopi hitam dan sebatang rokok. Lalu kita mengobrol tentang masalah kehidupan kita masing masing.

Tidak lama kemudian, Om Rusdi datang menaiki motor dan menegur kita yang sedang nongkrong, Kata om Rusdi lagi ngapain Brow sudah ngopi belum jangan diem diem bae, dan saya menjawab sudah om ini kita lagi ngopi sini kumpul om.

Dan Om Rusdi juga ikut kumpul bersama kita. Om Rusdi punya rencana nih bagamana kalau kita nanti malam berburu Kelalawar saja di hutan. Tapi di hutan mana Om, kita gak tahu terus senapanya sudah siap belum Om.

Kata om Rusdi kita berburu di hutan sumedang saja bagaimana. Memang kita mau di hutan sumedang mana, sedangkan hutan Sumedang kan luas, Kata om rusdi kita berburu di hutan Sumedang tepatnya di desa Songgom.

Oh di situ ya om kata saya, lalu kata om Rusdi bagaimana brow kita siap enggak buat persiapan nanti malam. Karena kita harus mempunyai persiapan yang matang. Tapi kalau kita belum siap kita jangan berangkat.

Ya siap kita semua untuk berburu malam ini, tapi bagaimana kalau kita pulang lalu ijin dulu sama orang tua kita dulu supaya di restui sama orang tua. Karena kita mau perjalanan jauh dan pulang larut malam, Kata Om rusdi Boleh saja ijin, tapi jam 7 malam kita persiapan dulu kumpul di rumah saya.

Persiapan Berburu

Persiapan berburu

https://sniperelitku.blogspot.co.id

Pada pukul 19.00 kita kumpul di rumah om Rusdi bagaiman brow kita siap buat berangkat Berburu, Oke om kita siap mana teman yang lain sudah pada kumpul ke sini belum lalu kita persiapkan peralatanya.

Oke om nanti saya telpon satu persatu, oke om merek mau meluncur ke sini om jumlahnya ada 3 orang yang mau ikut bagaimana om bisa gak. Ya bisa kalau 5 orang berarti sama saya ya. Nah sekarang kan kita sudah pada kumpul semua om terus kita bagai mana om dan persiapanya.

  1. Kita harus bawa senter satu orang wajib satu buah.
  2. Lalu kita harus membawa senapan angin 3 buah sudah ada teleskop dan senter laser.
  3. Terus kita harus bawa 1 buah karung yang besar.
  4. Jangan lupa kita bawa golok yang agak panjang minimal 30 cm 2 buah.
  5. Lalu bawa motor 3 terus di isi bensin yang penuh atau full.
  6. Terus bawa konsumsi ringan saja sama rokok dan kopi.

Berangkat Berburu di Hutan Sumedang

berangkat berburu di hutan sumedang

https://www.kaskus.co.id

Setelah persiapan semuanya telah selesai kita berangkat dari harugeulis pada jam 20.00. sebelum berangkat kita berdoa dulu kepada Allah SWT. Jadi kita berangkat berlima menaiki 3 sepeda motor dan menuju Sumedang atau desa Songgom.

Jarak dari Haurgeulis ke Sumedang desa Songgom KurangĀ  lebih 20 km, dalam perjalanan yang kita tempuh memakan waktu kurang lebih 40 menit, menuju Sumedang atau Songgom. Jalan yang kita lewati tidak begitu mudah dan gampang .

Kita harus melewati hutan Bantarwaru yang begitu pnajang kurang lebih panjangnya 10 km. betapa gelap dan jarang ada cahaya yang ada di hutan itu. Sampai merinding melewati hutan Bantarwaru.

Saking takutnya atau wedi, perasaanya mau kencing terus, kata teman saya sudah jangan di pikirin namanya tempat gelap pasti kita manusia yang normal pasti memiliki rasa takut juga sama seperti manusia yang lainnya.

Sebelum sampai Desa Songgom, kita naiki tanjakan terlebih dahulu dengan bebatuan yang besar besar di jalan, hampir saja sepeda motor yang saya tunggangi mau tergelincir. Untung kaki saya bisa menahan laju motor itu dan akhirnya saya selamat.

Sesudahnya di desa Songgom kurang lebih jam 20.40, sampai di sebuah hutan yang gelap ternyata banyak pohon mangga yang begitu banyak sampai rindang sekali, dan tak ada cahaya sama sekali cahaya bulan atau bintang.

Lalu kata om Rusdi, ayo kita persiapkan alat alat dan senapan kita yang akan kita persiapakan untuk berburu. Masing masing kita harus bisa kerja sama membuat team yang agresif seperti di sebuah peperangan.

Sesudah siap semua, sekarang kita mulai berburu dan memasuki hutan satu persatu. Tapi begitu saya mau masuk, saya mendengar suara aneh seperti suara yang biasa kita sebut kuntilanak, dan bulu kuduk saya merinding semua.

Pas saya sudah masuk kita harus melihat ke atas dan banyak pohon manga yang di sinari oleh cahaya senter kita, tak ada Kelalawar atau Kalong. Kata om Rusdi kita lihat juga ke tanah dan lihat ada sisa makanan atau buah mangga yang jatuh tidak.

Kalau ada yang jatuh atau berserakan, berarti si Kelalawar atau kalong ada di atas sana yang sedang asyik makan malam. Tetapi sekali saya jalan kurang lebih 50 meter, ada sisa makanannya yang jatuh berserakan di sana.

Dan saya lihat ke atas ternyata ada, lalu saya bidik dengan senapan angin dan di senteri cahaya sama laser, pas saya bidik di bagian kepalanya dan meleset, cuman lewat telinganya saja tidak mengenai kepalanya.

Tetapi dia diem saja, tidak pergi karena senapan saya di kasih peredam suara dan tidak terdengar suara letusannya. Sekali lagi saya coba, saya bidik lagi dan akhirnya mengenai sasaran pas di atas kepalanya dan jatuh ke bawah tanah.

Sampai di tanah saya ambil dan di masukin karung. Dan terdengar lagi letusan senapan om Rusdi mengenai sasaran dan jatuh lagi mengenai kepala Kelalawar atau kalong tersebut jatuh ke bawah tanah.

Tidak lama kemudian saya menemukan lagi sisa makanan yang berserakan, lalu saya melihat ke atas dan ternyata benar ada lagi Kelalawar atau kalong tersebut. Terus saya bidik lagi dan ternyata kena di sayapnya.

Lalu dia terbang dan pergi jauh entah kemana, berati bukan rejeki saya. Sampai jam 10 malam kita istirhat sambil minum kopi dan rokok. Lalu kata om Rusdi kita pulang saja kayaknya sudah tidak ada lagi dan kita sudah capek.

Demikianlah kisah ini di buat dan tidak ada rekayasa kita, karena menceritakan pengalaman saya pribadi Buat anak cucu kita nanti di mana kelak mereka yang akan melanjutkan kisah kita atau hanya sebagian dongeng kita di masa nanti. Terimakasih.

Leave a Reply